webmuara |
- Puisi Harapan Berkhayal Sukses
- Puisi Religi Berfatwa
- Puisi Sahabat Arti Persahabat
- Puisi Penyesalan Air Ku
- Puisi Politik Sejam Bersama Rakyat
| Puisi Harapan Berkhayal Sukses Posted: 04 Jun 2014 01:14 PM PDT |
| Posted: 04 Jun 2014 01:01 PM PDT Sebuah puisi religi berfatwa. Cuplikan tentang keidupan dan hukum yang ada di alam ini. Hukum tinggal hukum manusia banyak yang melanggarnya. Siapa melanggarnya pasti dihukum. yuk simak puisinya! Berfatwa ke siapa siapa bingung bingung bimbang bimbang hukum hukum fatwa Dari siapa Siapa pelaku pelaku sunnah Sunnah mana mana berlaku berlaku fatwa untuk apa Diri siapa Siapa diri diri mencari Mencari menanti Menanti fatwa Dari siapa Kau hati Kau cari Injak Bah tra hati By: Dalang Wanataka |
| Posted: 04 Jun 2014 12:55 PM PDT Sebuah kiriman puisi sahabat arti persahabat, langsung aja ini puisinya dari mas jhoni. Arti Persahabat Aku ingin belajar untuk mencari arti persahabatan Aku ingin belajar lebih banyak hal tentang persahabatan Aku ingin belajar untuk terima sahabatku apa adanya Aku ingin belajar tentang arti hidup bersama sahabatku Aku ingin belajar susah senang selalu berasama sahabatku By: Jhoni |
| Posted: 04 Jun 2014 12:48 PM PDT Sebuah puisi kiriman dari seorang, puisi air ku. Mungkin puisi ini mengisahkan antara seseorang perjuangan ibu demi anaknya, yuk simak aja. Air Ku Air dihadapanku mengalir deras Mengikuti siring siring Menderu di tengah hutanku penuh dengan pesona Air di hadapanku Lembut membelai kalbu mengkoyak hati yang sendu Tajam mengiris lukaku Airku mengajakku terbang Dalam Kedalam, dalamnya lautan asin Air itu menggelombang Memasuki hati dengan ombak Aku tau kemana air membawaku Tapi tunggu aku di delta Karena ku yakin Air ku kan bening di sana By: Den Maz Yayak |
| Puisi Politik Sejam Bersama Rakyat Posted: 04 Jun 2014 12:42 PM PDT Sebuah puisi politik sejam bersama rakyat. Dalam waktu dekat akan adanya pemilu, 5 tahun penjabatan presiden hanya sejam berpidato. Itulah kelebiahan pemimpin republik ini. Rakyat merasa merakyat, presiden juga rakyat. Sejam Bersama Rakyat Berkacamatalah dengan pantatku Sebuah akal mu Namaku bukan untukmu Tempatkanlah Di sisi mana Cari sendiri kau bukan binatang Tak perlu di atur seperti binatang Cumi – cumi jalan miring Kau lebih pandai dari cumi – cumi Jalanmu lurus tapi berbau busuk Lidahmu mengambang Di lalap api kebohongan Aku berdiri disini Menyaksikan dengan rakyat Betapa indahnya tenggorokan mu Berbicara tentang kebohongan Perut mu pun ikut bicaca Pena mu pun ikut bicara Jari mu pun ikut bergerak Kaki mu pun menyertainya. Mata telinga mu pun jadi saksi Mulut mu tidak bisa diam Hambir sama dengan ketutku Berbau busuk Pantatku lebih indah dari mulutmu Aku berdiri Menyaksikan kepahitan rakyat Aku pun tidak bisa berbuat apa – apa Kalian lebih tau dari pada aku Ini suara kami Meraung – raung Tidak seperti kalian menjilat – jilat Pantatku yang menjijikkan Semoga kalian mendengar Tak mengurusi perut kalian lagi By: Dalang wanataka |
| You are subscribed to email updates from Webmuara To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar